MY BROTHER
Musim
salju di bulan Desember ini selalu membuatku kedinginan,dan mengingat kejadian
yang… entahlah aku sendiri malas mengingatnya. Hari ini adalah musim salju yang
sangat membosankan bagiku, kenapa? karena sekarang aku hanya bisa berada di
balkon kamarku atau hanya di dalam rumah, dan hanya memandangi suasana sore dan
memandangi benda putih yang dingin, ini membuatku ingin turun dan bermain
diluar dengan salju yang tengah menggunung di taman sekitar rumah ku, bahkan
ayunan ku saat kecil saja sudah dipenuhi oleh benda berwarna putih nan lembut
itu. Tapi ku urungkan niatku untuk bermain dengan salju diluar, lataran aku
telah diberitahu oleh kedua orang tua ku bahwa aku tidak dibolehkan bermain
diluar saat salju tiba, apalgi sekarang kondisi fisik ku tidak memungkin kan
untuk bermain ditengah cuaca sedingin es ini. Tapi aku benar-benar bosan!!.
“Arghhtt….!!” Teriaku dengan nada frustasi.
Tok…
Tok… Tok…
Sebuah
ketukan pintu mengagetkan ku dari lamunan tadi, dan Aku bergegas masuk kembali
kedalam kamar ku lalu membukan pintu kamarku. “ Kenapa lama sekali?! Apa kau
baik-baik saja?” Oh God.. ternyata Kakak ku, kirain siapa. “ Aku tak apa, aku
hanya bosan. Oya kapan kau kembali kerumah, biasanya kalau kau sudah bersama
temanmu maka kau akan lupa pada adik cantik mu ini.” Ucap ku dengan nada pede
ku, dan seketika aku mendengar tawanya yang mengisi ruangan kamar ku ini.
“haha… pede sekali kamu, oya minggu depan di kampus Kakak ada lomba membuat
kue, emm dari pada kamu bosan disini bagaimana kalau kita bereksperimen mebuat
kue, dan kalau berhasil, Kakak akan daftar diri Kakak dan kamu untuk mengikuti
lomba itu.” Ucap Kakak ku. “emm boleh deh, tapi apa bahanya sudah ada?” Tanya
ku. “emm tadi sih ada beberapa, cukuplah untuk percobaan saja, dan tadi kakak
lihat bahanya, kita bisa mempuat pancake.” Ucap Kakak ku. “ ohh.. oke deh kak
kita buat kue yang mudah mudah dulu aja.” Ujar ku dengan semangat. “ iya
Caroline sayang…” ucap kakak ku.
***
Sekarang
aku berada di dapur bersama Kakak ku, dan sekarang aku tengah melihat kakak ku
yang sedang menuangkan air pada wadah yang berisi bahan pancake. Sebenanrnya
aku tak melakukan apapun sih disini, aku hanya melihat apa yang tengah
dikerjaka oleh kakak tersayangku ini. Dan waktu kakak ku mengaduk adonan itu
aku mendangar dia seperti menarik cairan yang turun dari lubang hidungnya, dan
seketika itu aku mendongak menatap wajah kakak ku, betapa kaget nya aku,
darahku berdesir jantung berpompa cepat aku melihat darah yang keluar dari
lubang hidungnya, hmm apa aku alay? Tidak aku tidak ALAY aku khawatir pada
kakak ku ini. “kakak!!.. kau mimisan..!? sudah taruh dulu adonan itu biar aku
saja yang meneruskan sekarang kakak bersihkan dulu darah mimisan itu lalu
istirahat nanti aku buatkan the hangat.” Ujar ku pada kakak ku ini. “Ah…
mimisan ini sungguh mengangguku, aku tak apa Caroline, aku akan bersihkan darah
ini dulu, setelah itu aku akan teruskan membuat pancake ini.” Ucap kakak ku.
“Noo!! Sekarang kakak ke kamar mandi setelah itu ke kamar kakak .” ucap ku
final dan di angguki dengan malas oleh kakak ku.
“Kak..
apa kakak sudah mendingan, apa ada yang sakit? Atau kakak merasa pusing?”
tanyaku dengan menggebu-nggebu. “Ckkk, kau ini seperti Mama saja selalu
cerewet. Aku taka pa sekarang sudah malam sebaiknya kau tidur sebelum Papa dan
Mama memarahimu karena kamu belum tidur.” Ucap kakak ku. “hem.. aku ke kamar
dulu kak, good night my brother, nice dream.” Kataku dan hanya dingguki kepala
dan senyuman nya yang manis. Ketika aku hendak menuju kamar ku, aku mendengar
suara Mama yang menangis di ruang keluarga dengan papa, aku penasaran tapi
tetap melangkahkan kakiku ke dalam kamar. Sebelum ku tutup pintu kamarku aku
mendengar suara Mama berkata pada Kakak ku “saying buka pintu nya, waktunya
minum obat.” Ucap Mama ku sambil.. hah..! menahan tangis?, ah… apa maksutnya?
Apa kakak ku sakit? Hmm kalau dipikir dengan logika sih kakak ku pasti sedang
sakit, karena tadi dia mimisan.
***
Pagi
harinya kudapati semua anggota keluargaku sedang menantiku untuk sarapan
bersama. “Pagi semua..” ucap ku. “Pagi Caroline..” jawab mereka serempak dengan
senyum. “emm.. dek habis ini kita langsung ke kampus kakak ya.. untuk mendaftar
lomba” ujar kakak ku di sela-sela makan. “ohh iya, kenapa kok nggak kakak aja, aku
kan ingin bersantai di hari Minggu.” Ucap ku dengan sedikit rengekan. “hem..
baiklah kakak akan mendaftarkan sendiri.” Ucap
nya dengan nada yang… malas, Hahaha.. lucu banget sih kakak ku ini.
“haha.. kakak lucu banget sih kalo gitu, yaudah aku ikut.” Ucap ku, dan kakak
itu lansung mendonggakkan wajah nya dan tersenyum bahagia, sedangkan orang tua
kami hanya tersenyum samnbil menggeleng gelengkan kepala.
***
Diperjalan
menuju kampus, kakak menyetir dengan hati-hati, karena ini sedang musim salju
jadi jalan pada licin semua. “ kak.. nanti kalau menang lomba nya aku di
traktir ice cream loh ya….” Ucap ku sambil nada bercanda, “iya.. nanti kakak
akan kabulkan permintaan kamu.” Ucap kakak sambil tetap memperhatikan jalan.
Keadaan hening sekarang, tapi aku mendengar deruan nafas yang tercekat. Aku
langsung menoleh kearah kakak ku, dan Ya Tuhan… kenapa dengan kakak ku “
kak..!! kakak kenapa!? sebaiknya kita
minggir dulu..” ucap ku dengan nada panik.
BRAKK
Tapi
naas saat kakak hendak minggir, mobil kami tergelincir, dan menabrak sebuah
truk besar yang. Sepertinya sedang menganggkut barang. Dan seketika penglihatan
ku menjadi hitam gelap.
Tok..
Tok.. Tok..
Bunyi
gedoran pintu mengagetkan ku dari lamunan ku tadi, “masuk” hanya kata itu yang
bisa aku ucapkan. “sayang apa kamu sudah siap?” ucap mama ku, kalian pasti
berfikir aku akan pergi kemana? Aku ingin mengunjungi makam kakak ku. Dia
meninggal beberapa minggu karna
kecelakaan itu, dan aku selamat tapi waktu aku bangun pertama kali, aku tak
melihat apapun. Semuanya gelap, aku buta. Tapi itu hanya beberapa hari
setelahnya ada orang yang baik hati telah mendonorkan kedua matanya untuk ku,
hmm dia kakak ku. Dia sudah tau kalau aku buta dan kata Mama kakak bilang
“
Ma.. hidupku sudah tidak lama lagi, aku akan mendonorkan mata ku untuk adik
kecilku, meskipun raga ku tidak ada di antara kalian tapi aku akan tetap di
hati kalian dan bagian tubuh ku ada pada adik ku, jagalah Caroline ma..” Dan
sekarang aku hanya bisa mengingat kejadian yang sering ku alami bersama kakak
ku. Bahakan aku masih ingat pantun abstrak nya yang ia tunjukan padaku. “dek,
kakak punya pantun nih dengerin ya.. ekhmm ‘lagi nonton Upin Ipin, Sambil buka
puasa dengan nasi, Partikel foton oleh Einstein, Ditentukan panjang gelombang
radiasi.’ Gimana dek bagus kan.. ”dan
lagi-lagi aku hanya bisa tersenyum getir mengingat pantun kakak ku yang
menyangkut tentang kimia. “Sayang.. sekarang tarulah bunga itu di dekat nisan
kakak mu.” Ucap mamaku, dan yah selama perjalan tadi aku hanya melamun. Kakak
ku pernah berpesan bahwa. “hidup harus terus berlanjut, jalani dengan baik,
layaknya air yang mengalir” dan aku akan membuktikan ucapan Kakak, bahwa aku
akan mempergunakan kesempatan kedua ini untuk melihat dunia yang indah walau
denngan mata mu Kak. Aku berjanji My Brother.
The
End…
“The
main porpous of life was to help others. If you can do not help them, at least
we do not hurt them”
karya : Intan Permani
Tidak ada komentar:
Posting Komentar