Kamis, 07 April 2016

Cerpen



MY BROTHER

Musim salju di bulan Desember ini selalu membuatku kedinginan,dan mengingat kejadian yang… entahlah aku sendiri malas mengingatnya. Hari ini adalah musim salju yang sangat membosankan bagiku, kenapa? karena sekarang aku hanya bisa berada di balkon kamarku atau hanya di dalam rumah, dan hanya memandangi suasana sore dan memandangi benda putih yang dingin, ini membuatku ingin turun dan bermain diluar dengan salju yang tengah menggunung di taman sekitar rumah ku, bahkan ayunan ku saat kecil saja sudah dipenuhi oleh benda berwarna putih nan lembut itu. Tapi ku urungkan niatku untuk bermain dengan salju diluar, lataran aku telah diberitahu oleh kedua orang tua ku bahwa aku tidak dibolehkan bermain diluar saat salju tiba, apalgi sekarang kondisi fisik ku tidak memungkin kan untuk bermain ditengah cuaca sedingin es ini. Tapi aku benar-benar bosan!!. “Arghhtt….!!” Teriaku dengan nada frustasi.

Tok… Tok… Tok…

Sebuah ketukan pintu mengagetkan ku dari lamunan tadi, dan Aku bergegas masuk kembali kedalam kamar ku lalu membukan pintu kamarku. “ Kenapa lama sekali?! Apa kau baik-baik saja?” Oh God.. ternyata Kakak ku, kirain siapa. “ Aku tak apa, aku hanya bosan. Oya kapan kau kembali kerumah, biasanya kalau kau sudah bersama temanmu maka kau akan lupa pada adik cantik mu ini.” Ucap ku dengan nada pede ku, dan seketika aku mendengar tawanya yang mengisi ruangan kamar ku ini. “haha… pede sekali kamu, oya minggu depan di kampus Kakak ada lomba membuat kue, emm dari pada kamu bosan disini bagaimana kalau kita bereksperimen mebuat kue, dan kalau berhasil, Kakak akan daftar diri Kakak dan kamu untuk mengikuti lomba itu.” Ucap Kakak ku. “emm boleh deh, tapi apa bahanya sudah ada?” Tanya ku. “emm tadi sih ada beberapa, cukuplah untuk percobaan saja, dan tadi kakak lihat bahanya, kita bisa mempuat pancake.” Ucap Kakak ku. “ ohh.. oke deh kak kita buat kue yang mudah mudah dulu aja.” Ujar ku dengan semangat. “ iya Caroline sayang…” ucap kakak ku.
***
Sekarang aku berada di dapur bersama Kakak ku, dan sekarang aku tengah melihat kakak ku yang sedang menuangkan air pada wadah yang berisi bahan pancake. Sebenanrnya aku tak melakukan apapun sih disini, aku hanya melihat apa yang tengah dikerjaka oleh kakak tersayangku ini. Dan waktu kakak ku mengaduk adonan itu aku mendangar dia seperti menarik cairan yang turun dari lubang hidungnya, dan seketika itu aku mendongak menatap wajah kakak ku, betapa kaget nya aku, darahku berdesir jantung berpompa cepat aku melihat darah yang keluar dari lubang hidungnya, hmm apa aku alay? Tidak aku tidak ALAY aku khawatir pada kakak ku ini. “kakak!!.. kau mimisan..!? sudah taruh dulu adonan itu biar aku saja yang meneruskan sekarang kakak bersihkan dulu darah mimisan itu lalu istirahat nanti aku buatkan the hangat.” Ujar ku pada kakak ku ini. “Ah… mimisan ini sungguh mengangguku, aku tak apa Caroline, aku akan bersihkan darah ini dulu, setelah itu aku akan teruskan membuat pancake ini.” Ucap kakak ku. “Noo!! Sekarang kakak ke kamar mandi setelah itu ke kamar kakak .” ucap ku final dan di angguki dengan malas oleh kakak ku.

“Kak.. apa kakak sudah mendingan, apa ada yang sakit? Atau kakak merasa pusing?” tanyaku dengan menggebu-nggebu. “Ckkk, kau ini seperti Mama saja selalu cerewet. Aku taka pa sekarang sudah malam sebaiknya kau tidur sebelum Papa dan Mama memarahimu karena kamu belum tidur.” Ucap kakak ku. “hem.. aku ke kamar dulu kak, good night my brother, nice dream.” Kataku dan hanya dingguki kepala dan senyuman nya yang manis. Ketika aku hendak menuju kamar ku, aku mendengar suara Mama yang menangis di ruang keluarga dengan papa, aku penasaran tapi tetap melangkahkan kakiku ke dalam kamar. Sebelum ku tutup pintu kamarku aku mendengar suara Mama berkata pada Kakak ku “saying buka pintu nya, waktunya minum obat.” Ucap Mama ku sambil.. hah..! menahan tangis?, ah… apa maksutnya? Apa kakak ku sakit? Hmm kalau dipikir dengan logika sih kakak ku pasti sedang sakit, karena tadi dia mimisan.
***
Pagi harinya kudapati semua anggota keluargaku sedang menantiku untuk sarapan bersama. “Pagi semua..” ucap ku. “Pagi Caroline..” jawab mereka serempak dengan senyum. “emm.. dek habis ini kita langsung ke kampus kakak ya.. untuk mendaftar lomba” ujar kakak ku di sela-sela makan. “ohh iya, kenapa kok nggak kakak aja, aku kan ingin bersantai di hari Minggu.” Ucap ku dengan sedikit rengekan. “hem.. baiklah kakak akan mendaftarkan sendiri.” Ucap  nya dengan nada yang… malas, Hahaha.. lucu banget sih kakak ku ini. “haha.. kakak lucu banget sih kalo gitu, yaudah aku ikut.” Ucap ku, dan kakak itu lansung mendonggakkan wajah nya dan tersenyum bahagia, sedangkan orang tua kami hanya tersenyum samnbil menggeleng gelengkan kepala.
***

Diperjalan menuju kampus, kakak menyetir dengan hati-hati, karena ini sedang musim salju jadi jalan pada licin semua. “ kak.. nanti kalau menang lomba nya aku di traktir ice cream loh ya….” Ucap ku sambil nada bercanda, “iya.. nanti kakak akan kabulkan permintaan kamu.” Ucap kakak sambil tetap memperhatikan jalan. Keadaan hening sekarang, tapi aku mendengar deruan nafas yang tercekat. Aku langsung menoleh kearah kakak ku, dan Ya Tuhan… kenapa dengan kakak ku “ kak..!! kakak kenapa!? sebaiknya kita  minggir dulu..” ucap ku dengan nada panik.

BRAKK

Tapi naas saat kakak hendak minggir, mobil kami tergelincir, dan menabrak sebuah truk besar yang. Sepertinya sedang menganggkut barang. Dan seketika penglihatan ku menjadi hitam gelap.

Tok.. Tok.. Tok..

Bunyi gedoran pintu mengagetkan ku dari lamunan ku tadi, “masuk” hanya kata itu yang bisa aku ucapkan. “sayang apa kamu sudah siap?” ucap mama ku, kalian pasti berfikir aku akan pergi kemana? Aku ingin mengunjungi makam kakak ku. Dia meninggal beberapa minggu  karna kecelakaan itu, dan aku selamat tapi waktu aku bangun pertama kali, aku tak melihat apapun. Semuanya gelap, aku buta. Tapi itu hanya beberapa hari setelahnya ada orang yang baik hati telah mendonorkan kedua matanya untuk ku, hmm dia kakak ku. Dia sudah tau kalau aku buta dan kata Mama kakak bilang

“ Ma.. hidupku sudah tidak lama lagi, aku akan mendonorkan mata ku untuk adik kecilku, meskipun raga ku tidak ada di antara kalian tapi aku akan tetap di hati kalian dan bagian tubuh ku ada pada adik ku, jagalah Caroline ma..” Dan sekarang aku hanya bisa mengingat kejadian yang sering ku alami bersama kakak ku. Bahakan aku masih ingat pantun abstrak nya yang ia tunjukan padaku. “dek, kakak punya pantun nih dengerin ya.. ekhmm ‘lagi nonton Upin Ipin, Sambil buka puasa dengan nasi, Partikel foton oleh Einstein, Ditentukan panjang gelombang radiasi.’ Gimana dek bagus kan..  ”dan lagi-lagi aku hanya bisa tersenyum getir mengingat pantun kakak ku yang menyangkut tentang kimia. “Sayang.. sekarang tarulah bunga itu di dekat nisan kakak mu.” Ucap mamaku, dan yah selama perjalan tadi aku hanya melamun. Kakak ku pernah berpesan bahwa. “hidup harus terus berlanjut, jalani dengan baik, layaknya air yang mengalir” dan aku akan membuktikan ucapan Kakak, bahwa aku akan mempergunakan kesempatan kedua ini untuk melihat dunia yang indah walau denngan mata mu Kak. Aku berjanji My Brother.
The End…

“The main porpous of life was to help others. If you can do not help them, at least we do not hurt them”


 karya : Intan Permani

Tidak ada komentar:

Posting Komentar